Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia pada Ramadhan 2026

Kompas.com, 10 Februari 2026, 14:06 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ramadhan selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Jika di Indonesia waktu berpuasa relatif stabil sekitar 13 jam, di sejumlah negara lain durasinya bisa menembus 20 jam lebih. Sebaliknya, ada pula wilayah yang hanya berpuasa sekitar 11 jam.

Perbedaan ini bukan sekadar angka. Ia berkaitan erat dengan letak geografis, rotasi bumi, hingga dinamika pergerakan matahari yang memengaruhi panjang siang dan malam.

Lantas, negara mana saja yang diperkirakan mengalami durasi puasa terpanjang dan terpendek pada Ramadhan 2026?

Mengapa Durasi Puasa Berbeda-beda?

Puasa Ramadhan berlangsung sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib). Karena itu, lamanya puasa mengikuti panjang siang hari di suatu wilayah.

Secara astronomis, bumi memiliki kemiringan sumbu sekitar 23,5 derajat. Dalam buku Astronomy: A Physical Perspective karya Marc L. Kutner dijelaskan bahwa kemiringan ini menyebabkan variasi panjang siang dan malam sepanjang tahun, terutama di wilayah lintang tinggi.

Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung pada Februari–Maret, mendekati ekuinoks Maret, saat belahan bumi utara mulai mengalami siang yang lebih panjang.

Negara-negara di Eropa Utara dan kawasan Arktik pun merasakan waktu siang yang jauh lebih lama dibanding wilayah khatulistiwa.

Semakin jauh suatu negara dari garis ekuator, semakin ekstrem perbedaan panjang siangnya.

Baca juga: Durasi Puasa Ramadhan 2026 di Dunia, Jakarta 12,5 Jam Termasuk Terpendek

Negara dengan Puasa Terpanjang Ramadhan 2026

1. Islandia (Reykjavik)

Di Islandia, durasi puasa diperkirakan mencapai 20–21 jam per hari. Matahari hanya tenggelam sebentar dan langit tidak sepenuhnya gelap. Fenomena ini dikenal sebagai midnight twilight, ketika cahaya senja bertahan sangat lama.

2. Norwegia Utara (Tromsø)

Wilayah Tromsø berada di atas Lingkar Arktik. Durasi puasa bisa mencapai 19–20 jam, terutama menjelang akhir Ramadhan ketika siang semakin panjang.

3. Swedia (Stockholm)

Ibu kota Swedia diperkirakan mengalami puasa sekitar 18,5–19 jam. Komunitas Muslim di sana telah lama beradaptasi dengan jadwal berbuka yang sangat larut.

4. Finlandia (Helsinki)

Durasi puasa di Helsinki diperkirakan 18–19 jam. Pada periode tertentu, malam hanya berlangsung singkat sebelum fajar kembali menyingsing.

5. Kanada Bagian Utara

Beberapa kota di wilayah utara Kanada mengalami puasa hingga 19 jam, tergantung tanggal dan posisi matahari.

Dalam situasi ekstrem seperti ini, sebagian ulama memperbolehkan umat Islam mengikuti jadwal Makkah atau negara terdekat dengan durasi normal. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip kemudahan dalam syariat.

Negara dengan Puasa Terpendek

Sebaliknya, di belahan bumi selatan, siang hari relatif lebih singkat pada periode Februari–Maret.

Beberapa negara dengan durasi puasa lebih pendek antara lain:

  • Argentina
  • Afrika Selatan
  • Australia bagian selatan

Durasi puasa di wilayah ini diperkirakan sekitar 11–12 jam per hari. Perbedaan posisi matahari membuat waktu siang lebih singkat dibanding wilayah utara.

Baca juga: Ramadhan 2026: Puasa 29 atau 30 Hari? Ini Perkiraan Awal, Akhir, dan Durasi Ibadah

Perspektif Fikih: Kemudahan dalam Syariat

Islam memberikan prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

Yurīdu-llāhu bikumu al-yusra wa lā yurīdu bikumu al-'usra.

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini sering menjadi rujukan para ulama ketika membahas kondisi puasa di wilayah ekstrem.

Dalam buku Fiqh al-Shiyam karya Yusuf al-Qaradawi dijelaskan bahwa umat Islam yang berada di daerah dengan siang atau malam berkepanjangan dapat mengikuti jadwal wilayah terdekat yang memiliki siklus normal, demi menjaga kesehatan dan keselamatan.

Pendekatan ini juga didukung oleh sejumlah lembaga fatwa internasional, seperti European Council for Fatwa and Research (ECFR), yang memberikan panduan bagi Muslim di Eropa Utara.

Perbandingan dengan Indonesia

Indonesia yang terletak di sekitar garis khatulistiwa memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun. Pada Ramadhan 2026, waktu puasa diperkirakan sekitar 13–13,5 jam.

Dalam konteks geografis global, durasi ini tergolong moderat. Tidak terlalu panjang seperti di Islandia dan tidak sesingkat di Argentina bagian selatan.

Baca juga: Libur Awal Puasa Ada Long Weekend? Cek Jadwal Libur Nasional Terbaru

Dimensi Spiritual di Tengah Perbedaan

Meski durasi berbeda, esensi Ramadhan tetap sama. Allah berfirman:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba 'alaikumush-shiyāmu kamā kutiba 'alalladzīna min qablikum la'allakum tattaqūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan utama puasa bukan semata menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk ketakwaan. Baik 11 jam maupun 21 jam, nilai spiritualnya terletak pada kesungguhan hati dan ketaatan.

Pengalaman Global yang Beragam

Ramadhan memperlihatkan wajah Islam yang beragam secara geografis, namun tetap satu secara spiritual.

Di satu sisi, ada Muslim di Islandia yang berbuka hampir tengah malam. Di sisi lain, ada Muslim di Argentina yang berbuka lebih awal.

Perbedaan ini menjadi pengingat bahwa Islam hadir dalam berbagai konteks budaya dan geografis. Tantangan yang berbeda justru memperkaya pengalaman ibadah umat di seluruh dunia.

Ramadhan 2026 pun kembali mengajarkan bahwa di tengah variasi panjang siang dan malam, nilai kesabaran, solidaritas, dan ketakwaan tetap menjadi inti yang menyatukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj Ungkap Pesan Presiden Soal Kenaikan Harga Avtur: Apapun yang Terjadi, Jangan Bebani Jemaah
Menhaj Ungkap Pesan Presiden Soal Kenaikan Harga Avtur: Apapun yang Terjadi, Jangan Bebani Jemaah
Aktual
Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi
Kemenhaj Gelar Expo UMKM Haji 2026, Gabungkan Manasik dan Pemberdayaan Ekonomi
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Asal Pangandaran Tidak Berubah, Jemaah Tetap Berangkat Tanggal 6 Mei
Aktual
Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Aktual
Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82.274 Peserta Berhasil Lulus Seleksi
Hasil SPAN-PTKIN 2026 Diumumkan, 82.274 Peserta Berhasil Lulus Seleksi
Aktual
7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
7 PTKIN Berhasil Tembus 100 Besar Nasional Versi uniRank 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Kemenag Siapkan Regulasi PAUD Al Quran agar Jadi Lembaga Pendidikan Formal
Kemenag Siapkan Regulasi PAUD Al Quran agar Jadi Lembaga Pendidikan Formal
Aktual
Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar
Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj: Visa Sudah Keluar
Aktual
Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik
Jemaah Haji 2026 Asal Bandung Berangkat Tanpa Perubahan Rute, Penerbangan Tidak Melewati Wilayah Konflik
Aktual
Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut, Ini Penjelasan Ulama
Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut, Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Dibebani
Biaya Penerbangan Haji 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Jemaah Tidak Dibebani
Aktual
Daftar Barang yang Dilarang Dibawa Jemaah Haji 2026 dan Persiapan yang Wajib Diperhatikan Sebelum Berangkat
Daftar Barang yang Dilarang Dibawa Jemaah Haji 2026 dan Persiapan yang Wajib Diperhatikan Sebelum Berangkat
Aktual
Jelang Kematian Firaun, Jibril Cegah Tobat Terakhir dengan Menyumpal Mulutnya
Jelang Kematian Firaun, Jibril Cegah Tobat Terakhir dengan Menyumpal Mulutnya
Aktual
Calon Jemaah Haji Lombok Tengah Berangkat Mulai 23 April 2026, Kemenhaj Pastikan Berjalan Sesuai Jadwal
Calon Jemaah Haji Lombok Tengah Berangkat Mulai 23 April 2026, Kemenhaj Pastikan Berjalan Sesuai Jadwal
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com